MEAN
Misalkan kita membeli saham Telkom saat ini. Kita berencana akan menjual saham tersebut setahun mendatang. Berapa return yang bisa kita peroleh tahun mendatang (return yang diharapkan dalam waktu setahun)? Setahun mendatang tentu saja sangat tidak pasti situasinya. Dengan kata lain, return kita satu tahun mendatang juga sangat tidak pasti. Setahun mendatang, kondisi ekonomi bisa baik, sehingga harga saham Telkom akan meningkat signifkan. Dalam situasi tersebut, return yang kita peroleh akan tinggi. Sebaliknya, kondisi ekonomi tahun depan bisa jelek, sehingga harga saham Telkom turun, dan kita akan mengalami kerugian (return yang negatif). Return yang diharapkan dengan demikian merupakan variabel random (variabel yang tidak pasti nilainya). Kondisi ketidakpastian tersebut akan memunculkan risiko. Risiko tersebut terjadi jika return yang terjadi tidak sesuai dengan return yang kita harapkan (menyimpang dari yang diharapkan). Sebagai contoh, misalkan kita mengharapkan memperoleh return sebesar 10%, tetapi ada kemungkinan return yang diperoleh adalah 5%. Dengan demikian ada kemungkinan return yang diperoleh menyimpang dari return yang diharapkan. Dalam situasi tersebut kita menghadapi ketidakpastian perolehan tingkat keuntungan, yang berarti kita menghadapi risiko.
Sebagai ilustrasi lanjutan, misalkan kita membeli saham Astra (A) saat ini dan berencana akan menjual saham tersebut setahun mendatang. Karena kondisi setahun mendatang tidak pasti, kemudian dikembangkan skenario mengenai kondisi ekonomi setahun mendatang sebagai berikut ini.
Tabel 1. Return Untuk Beberapa Skenario
|
Probabilitas
|
Return A
|
Return B
|
portfolio
|
| Sangat Baik |
0.1
|
25
|
-5
|
13
|
| Baik |
0.2
|
15
|
-1
|
8.6
|
| Normal |
0.4
|
10
|
4
|
7.6
|
| Jelek |
0.2
|
-2
|
12
|
3.6
|
| Sangat Jelek |
0.1
|
-10
|
20
|
2
|
Tabel di atas menunjukkan lima skenario ekonomi yang saya antisipasi: sangat baik, baik, normal, jelek, dan sangat jelek. Jika kondisi ekonomi sangat baik, harga saham Astra akan naik tinggi. Dalam situasi tersebut saya akan memperoleh return sebesar 25%. Hal yang sebaliknya terjadi jika kondisi ekonomi sangat jelek. Kemudian saya mengestimasi probabilitas (kemungkinan) masing-masing situasi tersebut akan muncul.
Hukum probabilitas mengatakan bahwa:
(1) probabilitas harus berada diantara 0 dengan 1 (inklusif),
(2) jumlah probabilitas untuk semua skenario adalah 1 (100%)
Contoh probabilitas sudah memenuhi kedua hukum probabilitas.
Tabel di muka menunjukkan bahwa return setahun mendatang tidak pasti (variabel random), bisa 25%, 15%, 10%, rugi 2%, atau rugi 10%. Dengan kata lain, ada risiko dari investasi tersebut.
Berapa tingkat keuntungan yang diharapkan dari investasi A? Meskipun ada unsur ketidakpastian, tingkat keuntungan yang diharapkan bisa dihitung dengan rumus sebagai berikut ini.
E[x] = q1 x1 + q2 x2 +…+qn xn,
dimana xi adalah payoff i, qi adalah probabilitas dimana payoff terjadi, dan q1 + q2 +…+qn = 1.
Rumus di atas menunjukkan bahwa return yang diharapkan untuk suatu aset adalah rata-rata tertimbang dari return individualnya. Pembobot dalam perhitungan tersebut adalah probabilitas untuk setiap skenarionya.
Dalam contoh di atas, tingkat keuntungan yang diharapkan untuk A adalah
E(xa) = 0,1 (25) + 0,2 (15) + 0,4 (10) + 0,2 (-2) + 0,1 (-10) = 8,1
Tingkat keuntungan yang diharapkan untuk saham A setahun mendatang adalah 8,1%.
Kolom sebelahnya menyajikan perkiraan tingkat keuntungan setahun mendatang jika kita membeli aset saham perusahaan gaplek (saham B). Jika kondisi ekonomi sangat baik, saham B justru merugi yaitu –5%. Jika kondisi ekonomi sangat jelek, saham B justru meningkat cukup banyak, sehingga returnnya menjadi 20%. Kenapa saham B bergerak berlawanan dengan kondisi perekonomian? Biasanya perusahaan bergerak searah dengan kondisi perekonomian. Jika kondisi perekonomian membaik, saham perusahaan akan meningkat, dan sebaliknya. Tetapi ada beberapa perusahaan yang mempunyai karakteristik yang terbalik, meskipun tidak banyak Sebagai contoh, pada kondisi perekonomian sangat jelak, orang tidak punya penghasilan yang cukup, dia akan makan gaplek Karena itu harga gaplek bisa meningkat dalam kondisi seperti itu. Sebaliknya, pada waktu kondisi perekonomian membaik, orang mempunyai penghasilan yang cukup, ia tidak lagi makan gaplek. Ia akan pindah makan nasi. Gaplek dalam kondisi perekonomian baik menjadi tidak laku. Tingkat keuntungan yang diharapkan untuk aset B bisa diitung dengan cara yang sama, sebagai berikut ini.
E(xB) = 0,1 (–5 ) + 0,2 (–1) + 0,4 (4) + 0,2 (12) + 0,1 (20) = 5,3%
Dalam contoh di atas, return yang diharapkan untuk A adalah 8,1%, sementara return yang diharapkan untuk B adalah 5,3%. Return yang diharapkan A lebih tinggi dibandingkan dengan return yang diharapkan untuk B. Apakah hal tersebut berarti saham A lebih dipilih dibandingkan dengan saham B? Jawabannya adalah belum tentu, karena kita harus melihat risikonya sebelum memutuskan.
Dari ilustrasi diatas dapat disimpulkan bahwa mean dapat digunakan untuk menentukan tingkat keuntungan yang diharapkan dari suatu investasi namun mean hanya menyediakan informasi tentang nilai rata-rata dari variabel acak, tetapi tidak menghasilkan informasi tentang tingkat risiko yang berkaitan dengan variabel acak.
Varian dan standar deviasi
Apa yang dimaksud dengan risiko? Risiko bisa didefinisikan melalui berbagai cara, misal hal yang merugikan, kemungkinan kita mengalami kejadian yang tidak diinginkan (rugi, kecelakaan). Pengertian risiko yang sering digunakan di keuangan adalah kemungkinan suatu hasil menyimpang dari hasil yang diharapkan. Sebagai contoh, kita mengharapkan untuk memperoleh keuntungan 20%, tetapi ternyata kita hanya memperoleh keuntungan sebesar 5%. dicontohkan ada distribusi dari dua investasi yaitu A dan B. Keduanya mempunyai tingkat keuntungan yang diharapkan yang sama { E(RA) = E(RB)}. Investasi mana yang risiko lebih tinggi? Diumpamakan bahwa investasi A mempunyai kemungkinan menyimpang dari hasil yang diharapkan yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi B. Investasi A bisa menghasilkan keuntungan sangat tinggi (jauh ke kanan), tetapi bisa juga menghasilkan keuntungan sangat rendah, rugi (jauh ke kiri). Investasi B tidak seekstrim investasi A. Observasi tersebut menunjukkan bahwa risiko A lebih besar dibandingkan dengan risiko B.
Sebagai ilustrasi lanjutan, antara pegawai negeri dengan pengusaha, mana yang mempunyai risiko yang lebih besar? Nampaknya pengusaha mempunyai risiko yang lebih besar. Jika seorang pengusaha sukses besar, maka ia bisa menjadi milyarder. Tetapi jika gagal, ia bisa kehilangan segalanya (rugi besar). Pengusaha mempunyai penyimpangan (dispersi) yang sangat besar. Pegawai negeri mempunyai penyebaran yang lebih kecil. Gaji pegawai negeri dibayarkan oleh pemerintah dan relatif tetap besarnya. Ia tidak bisa menjadi milyarder, tetapi juga tidak akan rugi besar. Dengan kata lain, risiko pengusaha lebih besar dibandingkan dengan risiko pegawai negeri.
Untuk mengukur besar kecilnya kemungkinan penyimpangan dari hasil yang diharapkan, kita bisa menggunakan tehnik statistik yang disebut deviasi standar (standard deviation). Untuk menghitung deviasi standar, kita harus menghitung varians terlebih dulu. Rumus perhitungan varians adalah sebagai berikut ini.
s2 = q1 (x1- E[x])2 + q2 (x2- E[x])2 +…+qn(xn- E[x])2
dari ilustrasi diatas dapat disimpulkan bahwa standar deviasi digunakan untuk mengukur besar kecilnya penyimpangan dari hasil yang diharapkan atau dari MEAN. Sedangkan standar deviasi sendiri didapatkan dari varians dimana standart deviasi merupakan akar dari varians.
Recent Comments